Kutapaki kaki langit yang menaut arah langit. SEtiap langkahnya kuusahakan aku menikmatinya. Tak usadari bahwa ada sependar tajam mata menatapku dari kejauhan. Siapa dia, sudah berapa lama ia di sana?
Seorang lelaki jangkung dengan jenggot yang yang hampir menutup pipi dan dagunya. Jambang penuh di sekitar telinga. Tatapannya tajam. Mata yang familiar. tapi kau tak kenal. Apa aku pernah mengenalnya?
“Goor morning…” lelaki itu menyapa dengan suara bariton.
“Good morning…..” aku tergagap, salah tingkah.
“Ann, Ivanne Trei…” ia mengeja namaku.
“Ivana Tri… how do you know my name?” aku mengerenyitkan dahi.
“That’s easy… i just know” aku makin bingung. Orang yang aneh. Ia berlalu, meninggalkan jejak kaki ukuran overbig dan tanda tanya besar di kepala ku.
“Hei.. tungguuu… waiittt… who are you??!!!”
- 2b continue-
telus update buk…
nih hidaru kacih cemangat…
banzai…nan dayo… dozo…
(sambil bibirnya dimonyongin lima senti)